Translate

Selasa, 24 September 2013

Mungkinkah Engkau Jodoh yang diberikan Allah ku???

bertemu seseorang yang bisa merubah hati dan sikap ku adalah sesuatu yang berbeda bagiku, yaa jujur saja aku memang seorang wanita yang keras kepala, aku bukan orang yang mudah berkata "iya" untuk sesuatu yang tidak aku sukai
3 tahun yang lalu aku bertemu dia, namanya ikhsan saat itu aku tidak sendiri, begitupun dia. Ku dengar dia akan menikah, entah dengan siapa aku tak terlalu perduli, aku sendiri asik dengan urusan ku dan pacar ku. Yaa pacar, dulu aku penganut pacaran seperti gadis muda kebanyakan, sampe akhirnya d awal 2013 aku merasa bosan dengan sesuatu bernama "pacaran", bukan hanya bosan dengan gaya dan rutinitas pacaran tapi jelas bosan dengan keseluruhan dari pacaran itu sendiri tapi aku juga merasa belum siap untuk menikah, umurku memang sudah hampir 24 tahun, sebagian besar orang di kampung ku beranggapan kalo 24 itu usia yang sudah pas untuk menikah, tapi sedikit pun aku tak berpikir untuk hal itu. Saat aku putus dengan pacar ku, ku dengar ikhsanpun tak jadi menikah, entah karena apa aku tak tau dan aku tak peduli.
beberapa hari yang lalu aku kembali bertemu dengan ikhsan, sosoknya yang biasa bersikap dingin terlihat berbeda, berkali - kali aku liat dia tersenyum, dan entah sejak kapan aku mulai memperhatikan senyumnya, dan aku merasa senang berkali - kali lipat setiap liat dia tersenyum, ini hal yang langka dan sangat jarang terjadi. Karena beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan, aku makin sering bertemu ikhsan, kami jadi sering bercanda dan mengobrol, tapi hari ini tiba - tiba ikhsan berubah, dia kembali dengan sikap dinginnya, bahkan sapaan ku pun tak ia hiraukan, ok aku cari aman saja dengan tak menyapanya.
makin hari aku makin ingin bertemu ikhsan, tp entah kenapa hatiku melarangnya, aku ingin mencintai ikhsan tanpa sepengetahuan ikhsan, aku tidak ingin kembali tergoda dan menjadi penganut pacaran, sampai suatu malam tiba- tiba aku terbangun, jam dinding ku menunjukan pukul 3.30, niat sekedar buang air kecil tiba-tiba aku berwudhu dan teringat ajaran guru ngajiku sewaku SD dulu, padahal dah lama aku gag sempet ngaji (*memalukan), aku ingat guru ku bilang " tempat curhat terbaik adalah Allah, curhatlah di sepertiga malam mu dan mintalah yang Terbaik dr-Nya"
entah apa yang mendorongku, selesai tahajud tiba- tiba ku memohon do'a :
"ya Allah, jika memang dia [ikhsan] untuk ku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku, tautkanlah kami pada cinta yang merindukan cinta-Mu, jika dia jodoh ku, jagalah kesucian cintaku hingga Engkau persatukanlah kami dengan ridho dan Rahmat-Mu, jika dia jodohku, jadikanlah ia imam terbaik untukku dan pantaskanlah aku, namun jika ia bukan jodohku, ikhlaskanlah hatiku dengan segala ketentuan mu"
ku tutup doa ku dan ku sadari akan limpahan air d kedua pipiku, entah kenapa cinta ini terasa berbeda, ya cinta mungkin itu yang kurasa.
Setiap menatapnya ada sebuah keyakinan dalam hati ku, aku ikhlas jika ia memang imam yang Allah berikan untuk ku..

hingga saat ini aku tak mampu berkata "aku cinta padanya" biarkan cinta ini ku simpan sampai Allah menentukan takdirnya
aku senang, selama aku masih bisa melihat senyum di wajahnya :)
lanjutan kisah ini pun q tak tau, ku harap ini bisa berakhir bahagia aamiin


#NamaTokohHanyaFiktifBelaka

2 komentar:

  1. cinta dalam diam
    Saya juga tengah mengalami dan merasakan hal yang sama dan saya putuskan biarlah Allah yang menentukan takdirnya, saya hanya berdo'a dan berusaha terus memperbaiki diri.cinta ini memang tdk biasa. apapun hasil akhirnya saya ridho dengan keputusan Allah swt

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak... Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi qta :)

      Hapus