Translate

Jumat, 27 September 2013

BILANGAN BULAT

http://aphroditekekasihlangit.blogspot.com/2011/05/bilangan-bulat.html

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.      Kajian Teori
1.      Bilangan Bulat (Jenis – jenis bilangan dan Operasi hitung campuran Bilangan Bulat)
a.      Pengertian
1)      Menurut Baharin Samsudin (1994:16) Bilangan adalah jumlah atau kuantitas anggota Bilangan Bulat adalah suatu himpunan bilangan yang terdiri atas bilangan negatif, nol dan bilangan positif.
2)      Menurut Burhanudin Mustaqim ( 2008 ) bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan asli ( Bilangan bulat positif , bilangan nol dan lawan bilangan asli ( Bilangan Negatif )
3)      Menurut Roy Holland ( 1983 : 17 ) Bilangan bulat adalah suatu himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan positif, nol dan bilangan negatif.
4)      Menurut St Negoro dan B Harahap (1998:41) Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan asli (Bilangan bulat positif), bilangan nol dan lawan bilangan asli (Bilangan Negatif) serta himpunannya dinyatakan dengan huruf B.

Jadi berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa, Bilangan adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan positif, nol dan bilangan negatif, yang biasanya dilambangkan dengan B.
Jenis – Jenis Bilangan :
1)      Bilangan Cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif atau bilangan asli ditambah 0 (Nol)
2)      Bilangan Asli adalah himpinan\bilangan bulat positif yang bukan 0 (Nol)
3)      Bilangan Prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari angka 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri
Operasi  hitung campuran bilangan bulat adalah penghitungan bilangan yang terdiri dari dua operasi hitung atau lebih.

b.      Proses
Proses pembelajaran tentang bilangan bulat tidak bisa dipisahkan dari pembahasan mengenai jenis-jenis bilangan. Dalam deretan/ himpunan bilangan bulat terdapat bilangan Asli ( 1, 2, 3 ...), bilangan cacah (bilangan asli + 0 atau 0,1,2,3 ... ), dan bilangan prima ( 1, 2, 3, 5 ... ). Dalam proses pembelajaran bilangan bulat disampaikan dengan alat bantu berupa garis bilangan. Garis bilangan adalah sebuah alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran matematika, yang bertujuan agar peserta didik memahami letak suatu bilangan.
1)      Operasi Hitung Bilangan Bulat
Untuk penanaman konsep, maka digunakan garis bilangan sebagai alat bantu. Pengenalan konsep seperti ini disebut pengenalan konsep semi kongkret. Sebelum menyampaikan penggunaan garis bilangan pada materi operasi hitung bilangan bulat, perlu disampaikan pula prinsip / cara kerja garis bilangan itu sendiri. Prinsip/cara kerja garis bilangan ditekankan pada konsep maju untuk operasi penjumlahan dan mundur untuk operasi pengurangan.
Operasi hitung bilangan bulat memiliki sifat – sifat operasi hitung, diantaranya :
a)      Sifat Komutatif ( Pertukaran )
b)      Sifat Assosiatif ( Pengelompokan )
c)      Sifat Distributif ( Pengebaran )
Pada bilangan bulat terdapat empat macam operasi hitung yang berlaku, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.  Keempat operasi hitung pada bilangan bulat ini erat sekali hubungannya dengan operasi hitung pada bilangan cacah, maka dari itu, siswa dituntut untuk memahami terlebih dahulu tentang opersai hitung pada bilangan cacah. (Muchtar A Karim, dkk, 1997: 184).
(a)     Operasi Penjumlahan
Muchtar A Karim, dkk (1997: 184) menyatakan apabila a dan b bilangan bulat, maka definisi penjumlahannya adalah sebagai berikut: a + b = (a + b), jika a dan b bilangan bulat tak negatif. a +(-b)= a – b, jika a dan b bilangan bulat tak negatif serta a > b. a + (-b) = 0, jika a dan b adalah bilangan bulat tak negatif serta a = b. Serta a + (-b) = -(b - a), a dan b adalah bilangan bulat tak negatif dan a < b.

(b)   Operasi Pengurangan
Mochtar A Karim, dkk (1997: 186) mendefinisikan pengurangan bilangan bulat sebagai berikut: Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a – b adalah sebuah bilangan bulat x yang bersifat b + x = a. dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa a – b = x jika dan hanya jika a = b + x. Sedangkan jika a dan b bilangan bulat, maka a – b = a + (-b). Sifat ini menyatakan bahwa a – b sama nilainya dengan a + lawan b. Oleh sebab itu, operasi pengurangan merupakan invers dari operasi penjumlahan.




(c)    Operasi Perkalian
Definisi perkalian pada bilangan bulat menurut Mochtar A Karim (1997: 187) yaitu: Jika a dan b bilangan cacah, maka (-a).(-b) = a . Jika a dan b bilangan cacah, maka a .(-b) = - (a.b).

(d)   Operasi Pembagian
Definisi pembagian pada bilangan bulat menurut Mochtar A Karim, dkk (1997: 189), adalah sebagai berikut: Jika a dan b bilangan bulat dimana b  0, maka a dibagi b, ditulis a : b, adalah bilangan bulat x yang bersifat b.x = a.

Untuk menentukan apakah hasil bagi bersifat negatif atau positif, digunakan pedoman pada perkalian yaitu: Jika hasil bagi dua bilangan bulat positif atau bilangan bulat negatif dan  jika hasil bagi itu ada, adalah bilangan bulat positif.  Hasil bagi dua bilangan bulat yang berlainan tanda, jika hasilnya ada adalah bilangan bulat negatif.

2)      Operasi Hitung Campuran
Operasi hitung yang menggunakan 2 pola penghitungan atau lebih. Contoh : Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan
Dalam mengerjakan operasi hitung campuran ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu :
(a)    Operasi hitung campuran penjumlahan ( + ) dan pengurangan (-)
Penjumlahan dan pengurangan mempunyai sifat sama kuat. Jika dalam suatu operasi hitung terdapat penjumlahan dan pengurangan, maka proses pengerjaan dimulai dari sebelah kiri.

(b)   Operasi hitung perkalian (x) dan pembagian ( : )
Perkalian dengan pembagian sama kuat. Jika dalam suatu operasi hitung terdapat perkalian dan pembagian, maka proses pengerjaan dimulai dari sebelah kiri.

(c)    Operasi hitung campuran penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x) dan pembagian ( : )
Jika dalam suatu operasi hitung terdapat Penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, maka proses pengerjaan dimulai dengan operasi perkalian atau pembagian, baru kemudian penjumlahan atau pengurangan.

(d)   Jika dalam suatu operasi hitung terdapat operasi dalam kurung maka operasi dalam kurung tersebut dikerjakan terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar